Cpx24.com CPM Program PaidVerts

Subari Tetap Bikin Gamelan Meski Sepi Pesanan

Written By Artikel on Sabtu, 22 September 2012 | 12.25

Tidak hanya mengejar keuntungan semata, itulah kata yang tepat diungkapkan untuk Subari. Di usia senjanya, warga Kajar I, Karangtengah, Wonosari ini tetap membuat kerajinan gamelan, yang kian susah ditemukan. Baginya pembuatan gamelan selain menjadi lapangan pekerjaan, juga merupakan bentuk pelestarian budaya di jaman serba elektronik ini.

Subari memiliki bengkel pembuatan gamelan yang sederhana di rumahnya. Di dalam rumahnya terdapat beberapa buah pernak pernik gamelan. Mantan dukuh Kajar I ini, memulai usaha sebagai pembuat gamelan sejak tahun 1985. Usaha tersebut merupakan usaha turun temurun yang diwariskan dari kakeknya.
Gamelan baginya merupakan sebuah karya hidup yang terus dibuatnya. Goresan, tempaan dan juga inspirasi yang dimiliki Subari disalurkan melalui pembuatan gamelan ini. Bapak berputra empat ini, terus membuat gamelan, seolah gamelan sudah menjadi bagian hidupnya.

Meski tidak ada pesanan sekalipun, Subari tetap terus membuat gamelan Dengan bahan besi kuningan, bambu, pipa paralon, kayu, Subari menempanya menjadi satu set gamelan yang terdiri dari Kendang, saron, gong, kenong, kethuk, gambang, gender, slentem, demung, Barung, bonang, peking, siter, rebab, kempyang, suling.

Ia menjelaskan bahwa untuk harga satu set gamelan berkisar antara Rp 20-100 juta. Itu tergantung bahan dan motifnya. Termasuk, ia juga membuat gamelan mini untuk anak-anak. Sementara untuk proses pembuatan satu set gamelan, menelan waktu dua bulan.

Bari menjelaskan bahwa sejauh ini, ia memiliki sekitar 10 tenaga kerja yang rata-rata berusia muda. Seperti tukang kayu, tukang las, tukang cat dan tukang ukir. Seluruh tenaga kerjanya memiliki ketrampilan dan spesifikasi pekerjaan masing-masing.


Subari juga menyayangkan kurangnya minat kaum muda untuk tetap melestarikan pembuatan gamelan. Banyak anak muda di daerahnya yang justru merantau untuk mencari pekerjaan lain. Generasi muda saat ini lebih mengandrungi alat-alat musik elektronik seperti orgen tunggal. Maka Subari pun berusaha untuk terus melestarikan alat tradisional ini,

Sementara untuk pesanan gamelan, saat ini lebih banyak mendapatkan dari group jathilan dan reog. Pihaknya juga mengandalkan pesanan dari pemerintah.

Selain itu, ia juga  beberapa perusahaan besar, seperti Mustika Ratu, Astra dan juga hotel-hotel besar di wilayah DIY. Termasuk, ia juga pernah mendapatkan pesanan dari Australia. Biasanya kalau hotel-hotel pesannya berupa gender dan Barung,

0 komentar:

Posting Komentar

 
berita unik